Gambar diatas kalau dilihat secara sekilas, mirip sebuah menara mercusuar, tapi menara ini adalah bagian dari sebuah mesjid, yang bernama Mesjid Agung Banten. Mesjid ini terletak dipusat kota Banten, karena letaknya yang strategis, mesjid ini sering di gunakan untuk acara-acara kegamaan umat islam di daerah Banten. Yang lebih menarik lagi Masjid Agung Banten ini terletak, bersebelahan dengan Gereja Katolik, yaitu Gereja Kristus Raja Serang, kan biasanya rumah ibadat yang bersebelahan akan menimbulkan konflik, tetapi masyarakat banten mempunyai rasa solidaritas yang sangat tinggi sehingga tidak menimbulkan konflik antar agama, yang biasa terjadi di kota-kota besar lainnya. Cara untuk menghindari konflik antar agama ini adalah adanya saling menghormati antar pemeluk agama, dan tidak mengganggu jalannya ibadah, sehingga timbul rasa aman, nyaman, dan tentram dalam melakukan ibadahnya masing-masing. Dan Mesjid Agung Banten ini adalah mesjid tertua di kota Banten
-
bekas benteng pertahanan Penjajahan Belanda di Banten
@ 2007-07-20 – 14:34:25
Setelah melewati Karangantu disini kita dapat lihat sebuah bangunan tua, bangunan ini adalah sebuah Benteng Pertahanan yang dibuat pada zaman Pemerintahan Belanda. Kalau dilihat sekilas dari gambar ini tempat ini terlihat di rawat dengan benar, tapi kalau kalian datang sendiri ke daerah ini, wah….wahh..wahhhh… Banyak sekali sampah yang berserakan disini, sampahnya hanya berupa daun kering saja sih, tapikan merusak pemandangan, dan merusak nilai dari pada bangunan ini sendiri. Maka dari itu kita harus menjaga dan melestarikannya, agar tempat tersebut tidak rusak dimakan waktu. Tapi kalau anda datang ketempat ini pagi-pagi benar, disini sejuk banget tempatnya
-
Karangantu pelabuhan jaman belanda di daerah Banten, kaya akan ikannya
@ 2007-07-20 – 14:25:39
Pelabuhan Karangantu, itu adalah sebutan untuk Gambar diatas. Tapi sebutan pelabuhan itu hanya dipakai pada zaman Pemerintahan Belanda di Serang-Banten ini. Sekarang masyarakat sekitar hanya menyebut karangantu saja, zaman dahulu, tempat ini sangat bersih, tapi sekarang air sungainya sudah tercemar oleh sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar. Karangantu ini bersebelahan dengan Selat Sunda. Karena itu pada zaman dahulu tempat ini menjadi pusat perdagangan Belanda yang disebut VOC. Tapi sekarang kegiatan perdagangan itu masih aktif dengan adanya pasar ikan di Karangantu ini. Setelah melewati Karangantu ini, terdapat juga bangunan tua, berbentuk Benteng, yang mungkin dulunya adalah bekas Benteng pertahanan belanda, selain Benteng pertahanan ini terdapat juga Klenteng AVALOKITESVERA, klenteng ini sudah lama berdiri, mungkin dari zaman pemerintahan Belanda.
-
Klenteng tertua di daerah Banten
@ 2007-07-20 – 14:14:25
Klenteng ini berada dekat dengan Benten Pertahanan Belanda tadi. Nama Klenteng ini adalah AVALOKITESVERA. Klenteng ini dipakai pada kegiatan-kegiatan keagamaan Budha. Dan biasanya Klenteng ini sangat ramai dikunjungi pada Cap Go Me, biasanya Cap Go Me ini dilaksanakan pada tanggal 15 atau 15 hari sesudah Tahun Baru Imlek menurut sumber yang kami dapatkan. Acara Cap Go Me ini biasanya sangat ramai dikunjungi para pendatang dari luar kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dll. Menurut sumber yang kami dapatkan kegiatan acara Cap go Me ini adalah mengeluarkan Toa Pe Kong, Toa Pe Kong ini adalah dewa. Dan biasanya orang yang datang ketempat ini meminta berkat, umur panjang, keselamatan, kesehatan, dan lain-lain. Klenteng AVALOKITESVERA ini sangat luas sekali. Data yang kami peroleh sangat sedikit, jadi jika kalian ingin tau lebih jelas, kunjungi saja Klenteng ini, didaerah Banten Lama atau karangantu




