Pertunjukan Topeng Monyet. Tontonan yang cukup menghibur di tengah-tengah kesibukan pada saat ini. Pertunjukan topeng monyet ini sebenarnya berasal dari daerah jawa. Pertunjukan topeng monyet ini mengandalkan seorang pelatih monyet, dan seorang penabuh alat-alat musik, seperti gendang, rebana, dan lain-lain. Seorang pelatih monyet harus bisa mengajarkan monyet tersebut untuk bisa melakukan berbagai atraksi yang bisa membuat para penonton menjadi tertawa, selain para pelatih monyet, para penabuh alat-alat musiknya juga harus seirama dengan gerakan monyetnya agar bisa menarik perhatian para penontonnya. Para penonton, biasanya dari kalangan anak-anak, bahkan ada para orang tua yang mendampingi para anaknya. Pertunjukan Topeng Monyet ini sangat bagus untuk ditonton oleh anak-anak, kenapa bagus ditonton oleh anak-anak??? Karena anak sekarang hanya menonton cartoon atau sinetron saja, para orang tua seharusnya juga bisa mengajarkan bagimana anak-anak dapat melihat tontonan yang bersifat kebudayaan ini. Biasanya monyet ini melakukan atraksi, harus sesuai dengan instruksi dari pelatihnya, contohnya pelatih berkata pergi kepasar, maka monyet tersebut langsung mengambil peralatannya seperti tas, topi, dan keranjang, dan ketika pelatihnya berseru tiarap, maka monyet tersebut langsung tiarap, sesuai dengan apa yang diucapkan oleh sang pelatihnya, monyet ini juga harus dikasih makan agar ia mau diajak bekerja sama dengannya. Pertunjukan topeng monyet ini sebenarnya sudah langka sekali, karena disetiap daerah jarang sekali ada pertunjukan seperti ini. Di lihat dari segi ekonomi, dari para pelatih dan para penabuh alat-alat musik, mereka harus rela berpanas-panasan, mengelilingi komplek perumahan, agar ada yang memanggilnya. Semua ini karena masalah ekonomi lagi, karena kebutuhan kehidupannya atau kebutuhan keluarganya, sang pelatih harus mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, daripada dia berbuat jahat seperti merampok, menjambret, lebih baik dia melakukan pekerjaan yang halal ini.
-
Pertunjukan Topeng Monyet yang hampir langka
@ 2007-08-28 – 18:31:51
-
Cagar Alam Rawa Danau, salah satu objek wisata dibanten
@ 2007-08-28 – 17:17:26

Gambar diatas adalah Cagar Alam Rawa Danau. Apakah kalian tahu kenapa bisa dinamakan rawa danau??? Menurut data yang kami peroleh, dulunya Rawa Danau ini adalah Danau, yang diisi dengan air, namun lama-kelamaan karena Kemarau yang panjang, danau yang tadinya berisi air ini lama-kelamaan airnya menjadi surut, sehingga membentuk rawa. Pemandangan di rawa danau ini sangat sejuk, dan nyaman. Biasanya rawa danau ini dipakai oleh masyarakat sekitar atau para pendatang untuk melihat pemandangannya atau hanya sekedar pacaran di sekitar tempat rawa danau ini, disekitar rawa danau ini ada beberapa warung yang menjual berbagai minuman. Di Rawa Danau ini kalau sehabis hujan, akan terlihat pelangi yang cukup indah, dan di rawa danau ini ada beberapa burung elang, yang berputar-putar di atas rawa danau ini. Untuk dapat melihat Rawa Danau ini kalian tidak perlu mengeluarkan duit, karena tempat Cagar Alam Rawa Danau ini gratis, tapi biar kata gratis kalian harus tetap menjaga tempat ini dengan tidak membuang sampah sembarangan disekitar rawa danau ini, karena dapat merusak keindahan dari rawa danau itu sendiri. -
Tempat Pembuangan Sampah Akhir milik Kota Serang
@ 2007-08-28 – 17:13:54

Gambar diatas adalah Tempat Pembuangan Sampah Akhir milik Kota Serang. Karena banyaknya sampah yang dibuang kesini, ada gundukan sampah yang menyerupai gunung, Sebelum melewati Rawa Danau, kita akan melewati Tempat Pembuang Sampah Akhir ini. Dari gambar diatas dapat kalian lihat, ada beberapa pemulung yang sedang mencari sampah yang kira-kira bisa didaur ulang, biasanya para pemulung ini memungut sampah seperti botol plastik, botol-botol minuman, kertas, buku, dan barang-barang lainnya yang bisa didaur ulang, selanjutnya dari barang-barang yang mereka kumpulkan akan disetorkan atau dijual kembali kepada penadah barang-barang bekas, dari sini mereka bisa mendapatkan sejumlah uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan rumah tangganya. Hasil dari menjual barang-barang yang tadi dikumpulkan, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, lalu bagaimana mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka??? Mungkin ada yang mencari pekerjaan tambahan, seperti menjadi tukang cuci di desanya, tukang beca atau apalah, yang menurut mereka pekerjaan tersebut halal. Ketika kami datang ketempat Pembuangan Sampah Akhir ini, aroma bau yang datang dari sampah, sangat menyengat kehidung, apalagi para pemulung yang setiap hari harus berdekatan dengan sampah, tanpa adanya pelindung hidung, selain dari baunya, banyaknya lalat, juga bisa menyebabkan penyakit, tapi para pemulung ini biasa-biasa saja, mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan pekerjaannya, sehingga bisa memberikan daya kebal tubuhnya terhadap segala macam penyakit, akibat bau sampah, dan lalat. Untungnya Tempat Pembuangan Sampah Akhir ini jauh dari lingkungan perumahan. -
Jembatan Rantai Benda Cagar budaya Banten
@ 2007-08-17 – 18:58:22

Jembatan Rantai ini dulu berfungsi sebagai “Tol Perpajakan” bagi setiap kapal kecil atau perahu pengangkut barang dagangan, dan pedagang asing yang memasuki kota kerajaan.
Jembatan Rantai ini dibangun dari bata dan karang, serta diduga memakai tiang besi dan papan untuk fungsi penyeberangan, dan “kerekan rantai” yang berfungsi ganda bila ada lalu lalang kapal kecil, jembatan bisa dibuka, dan bila tidak ada kapal masuk jembatan ditutup, sehingga berfungsi sebagai sarana penyeberangan orang dan kendaraan darat. Tapi sekarang jembatan ini telah putus, mungkin karena dimakan waktu, atau karena ulah manusia yang merusaknya, karena putus, jembatan ini sudah tidak berfungsi lagi, dan dibawah jembatan yang dulunya kali atau sungai, sekarang rata dengan tanah, bahkan tanah ini sudah ditanami oleh berbagai tanaman. Sekarang jembatan ini dilindungi oleh Undang-undang no-5 tahun 1992, tentang benda cagar budaya, bila ada yang merusak akan dikenakan sanksi sebesar 100.000.000(seratus juta) atau dipenjara. -
Menara Banten
@ 2007-08-17 – 18:56:24

Menara Banten ini terletak tidak jauh dari Klenteng Banten kira-kira 5 meter, Menara Banten ini dulu dipakai oleh masyarakat sekitar sebagai tempat untuk mengumandangkan Adzan, karena pada jaman dahulu belum ada pengeras suara, dalam menara banten ini kalau kita teriak akan ada gema, makanya dipakai oleh masyarakat sekitar untuk mengumandangkan Adzan atau memberi tahu kan tanda bahaya. Kalau kita naik keatas menara banten ini, akan terlihat pemandangan yang luar biasa, apalagi kalau pagi-pagi kita akan melihat pegunungan yang masih berselimutkan kabut. Menara Banten ini bersebelahan dengan makam para raja-raja banten, dan disekitar Menara banten ini terdapat benda cagar budaya yang dilindungi contohnya Jembatan Rantai, Benteng Surosowan. Disekitar jalan menuju Menara Banten ini banyak sekali para pengemis, maka kalau mau kesini, kalian harus bawa uang recehan, buat memberi sedekah kepada para pengemis. Dan disekitar Menara Banten ini ada para pedagang yang memperjual belikan kebutuhan untuk sholat, seperti peci, sajadah, mukanah, tasbih, dan bila kalian ingin nyekar kemakam para raja, disini juga tersedia para pedagang kembang 7 rupa, dan minyak wangi. Naik ke menara banten ini, sebenarnya tidak bayar, hanya kita harus memberi uang seikhlasnya untuk perawatan menara banten ini. Untuk naik keatas menara banten kita akan melewati anak tangga, yang cukup panjang, dan sempit, hanya bisa dilalui oleh satu orang saja, jadi jika diatas masih ada orang, kita harus menunggu orang yang diatas turun, barulah kita naik keatas. Disamping Menara Banten ini juga terdapat mesjid yang digunakan untuk keperluan hari keagamaan umat muslim. Dan tempat ini biasa ramai pada bulan menjelang puasa atau idul fitri. -
Pawai Obor
@ 2007-08-16 – 20:25:55

Pawai obor. Pawai Obor ini dilakukan pada malam hari, sehari sebelum 17 Agustus. Pawai Obor ini dilaksanakan setiap tahun menjelang 17 Agustus. Pawai Obor ini dilakukan untuk memperingati detik-detik menjelang 17 agustusan. Para peserta pawai obor ini adalah anak-anak sekolah, yang terpilih sekolahnya oleh Gubernur Banten. Pawai Obor ini sebenarnya adalah acara gerak jalan sambil membawa api obor. Setiap sekolah membawa obor tersebut sambil meneriakan Yel-yel atau semboya-semboyan yang sudah diajarkan oleh para guru masing-masing sekolah, pawai obor ini mulai atau start dari kantor Gubernur Banten, mengikuti rute yang sudah diarahkan oleh panitia pawai obor ini. Bukan hanya pesertanya yang antusias, para penontonnya pun sangat antusias sekali. Buktinya saja para penonton sudah banyak yang memenuhi jalan yang akan dilewati oleh para peserta pawai obor ini. Kami bertanya kepada salah satu orang yang menonton acara pawai obor ini, orang tersebut sangat senang meliahat acara seperti ini, karena dapat menghibur sekaligus bisa belajar, belajar disini contohnya, para peserta yang kebanyakan adalah siswa dan siswi, siswa-siswi ini bisa mendapatkan banyak pelajaran, contohnya saja, belajar kompak, bagaimana caranya agar kelompok pawai obor merekalah yang paling menarik diantara peserta lainnya, dan para siswa-siswi ini dapat mengenang jasa para pahlawannya yang rela mati atau tewas di medan perang hanya untuk MEMERDEKAKAN bangsa ini dari bangsa penjajah. Lalu kami simpulkan bahwa kita bisa mengsisi KEMERDEKAAN ini dengan cara yang sangat banyak, salah satunya, karena kita sebagai pelajar, kita harus mengisi KEMERDEKAAN ini dengan cara belajar yang giat, agar bisa memajukan negara ini kearah yang lebih baik. Pawai obor hanyalah sebagai simbol, agar kita dapat selalu mengenang jasa para pahlawan kita yang rela mati demi KEMERDEKAAN yang kita rasakan sekarang ini. Apakah dikota atau didaerah anda ada Pawai Obor seperti ini???
