Ternyata jadi orang susah itu memang susah, gw sebagai admin ingin memberi tau saja kepada para pembaca, soalnya gw punya saudara yang memiliki ekonomi sulit, kadang-kadang makan, kadang- kadang tidak makan, tergantung dari penghasilannya, gw sendiri sebagai saudara, kaga mau liat saudara gw susah, tapi mau gimana lagi. Selama seminggu gw nginep di rumah saudara gw, rasanya berbeda aja, soalnya selama ini hidup gw serba berkecukupan, tapi pas gw nginep, gw ngerasa, sulit benar menjalani hidup sebagai orang yang susah, dalam artian susah perekonomiannya, gw cerita atau nulis begini, hanya ingin memberi tau saja, jangan sekali-kali loe menghambur-hamburkan duit atau uang untuk keperluan yang tidak diperlukan, soalnya banyak dari saudara-saudara kita yang lebih susah hidupnya dibandingkan kita.
Pertama gw ingin menceritakan bagaimana caranya hidup tanpa tidak adanya uang, ternyata sangat susah sekali, buat jajan atau buat beli rokok sebatang saja, bagi yang sudah merokok, bahkan gara-gara tidak ada uang, makan pun kadang makan, kadang-kadang tidak, dan kadang-kadang hanya menunggu belas kasihan dari tetangga. Bayangkan saja kalau kalian para pembaca mengalami hal seperti ini. Yang lebih parah atau lebih kasihan lagi adalah anak-anak kecil yang tidak sanggup menahan lapar, akibat tidak adanya bahan makanan yang bisa dimakan, memang sekarang bahan-bahan makanan harganya pada melonjak naik, sehingga menyulitkan bagi para kaum miskin, gw merasa sedih banget soalnya gw baru pertama kali ngalamin hidup tanpa tidak adanya uang sama sekali. Para orang tua hanya bisa membeli kebutuhan pokoknya, jika ada uang saja.
Kedua gw pengen memberi bahwa betapa susahnya memasak memakai kompor minyak tanah, pertama-tama, kita harus membeli minyak tanah yang harganya mencapai Rp.3000/liter, bagi kalian Rp.3000 itu tidak ada artinya, tapi bagi kaum miskin sangat berarti. Belum lagi minyak gorengnya yang semakin hari semakin mahal saja kira-kira Rp.2.500/¼liter. Kalian enak masak memakai kompor Gas yang cepat dan praktis. Setelah itu membeli lauk-pauk, kadang-kadang kalau uangnya lagi pas-pasan kami hanya membeli beras satu liter saja, bayangin saja makan nasi tanpa lauk-pauk gimana sih rasanya?? Tapi karena masalah ekonomi lagi, mau gimana lagi, dan bayangin saja bagaimana caranya mendapat duit Rp.10.000 dalam sehari, kalian enak dalam sehari bisa mendapatkan uang jajan diatas Rp.10.000, memang sulit, dan kadang-kadang kalau lagi memang tidak ada uang sama sekali, kami mencari ubi, untuk dimakan, bahkan kalau ubi tidak ada, kami hanya memetik daun pepaya untuk dimakan.
Yang ketiga gw ingin memberi tau bahwa memang susah kalau tidak ada uang, selain untuk memenuhi kebutuhannya, uang juga diperlukan untuk membiayai sekolah anak-anaknya, biar kata ada dana BOS(Bantuan Oprasional Sekolah), tapi terasa sulit jika ada keperluan mendadak di luar dana BOS tersebut, belum lagi uang jajannya, kalau kalian inggin tau para orang tua hanya memberi Rp.1000, bayangin lagi Rp.1000 bisa kebeli apa sih?? Paling juga hanya untuk ongkos saja, bagaimana bisa masuk keotak pelajarannya, kalau perut belum diisi oleh nasi atau makanan. Selain untuk sekolah, orang tua pusing, mencari duit untuk bayar kontrakan, kalian para pembaca sudah enak hidupnya, serba berkecukupan, dan memiliki rumah tinggal tetap. Uang kontrakan kira-kira sebesar Rp.200.000/bulan, coba pikirkan oleh kalian untuk makan saja susah, apalagi untuk bayar kontrakan. Dan gw bisa cerita begini karena gw ngalami langsung, jadi gw nulis ini bukanlah karangan belaka, tapi memang fakta. Selain untuk bayar kontrakan, para orang tua juga pusing dibuatnya, jika anak-anaknya sakit parah, dan harus segera dilarikan kerumah sakit, kan biasanya rumah sakit memilih untuk mengurus administrative terlebih dahulu, dari pada nyawa seseorang, jika tidak ada uang untuk membayar biaya administrative, pasien yang seharusnya membutuhkan pertolongan segera, dibiarkan begitu saja. Beda halnya dengan pasien yang sudah melunasi biayanya, langsung di tolong oleh para perawat atau dokter. Enak bagi kalian yang hidup serba berkecukupan atau berlebihan.
Gw sebagai admin hanya ingin memberi tau bahwa jangan sekali-kali kalian menghambur-hamburkan uang kalian untuk yang tidak-tidak, jika kalian memiliki uang yang lebih coba kumpulkan uangnya, dan bantulah saudara-saudara kalian yang mengalami kesulitan ekonominya. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang sangat memerlukan bantuan dari kita yang hidup berkecukupan bahkan berlebihan. Mungkin tulisan ini tidak berarti bagi kalian yang berkecupan. Tapi sewaktu-waktu roda perekonomian akan berputar, dari yang hidup berkecukupan menjadi hidup yang gw certain diatas.
Makanya jadi orang jangan terlalu sombong, bantulah jika ada orang yang mengalami kesulitan, dalam artian liat dulu orangnya yang mau kita Bantu, jika orangnya sehat memiliki tangan dan kaki yang masih bisa dipakai atau masih muda, jangan dikasih dalam bentuk uang, tapi dikasih dalam bentuk pekerjaan agar ia bisa memenuhi hidup keluarganya dengan hasil jerih payahnya, beda halnya dengan orang yang cacat atau nenek-nenek atau kakek-kakek, dalam artian tidak memiliki tangan atau kaki, karena biasanya orang yang sudah lanjut usia tidak mampu bekerja yang berat-berat, barulah kita memberi bantuannya berupa uang, makanan, pakaian layak pakai, jangan yang sudah sobek-sobek dikasih…hehehehe…
Dan yang lebih parah, jika setan telah mamasuki otak orang miskin, maka orang itu memakai cara pintas untuk mendapatkan duit dengan cara, mencuri, merampas dompet orang lain, dan yang lebih parah lagi, jika ingin mengambil cara lebih cepat adalah dengan cara menjadi babi ngepet, dan memelihara tuyul, padahal dari contoh diatas sangat dilarang oleh agama kita masing-masing.
Maka dari itu kita boleh hidup miskin tapi jauhkan dari hal-hal yang seperti itu. Lebih baik mencari uang dengan cara halal, walaupun dapatnya hanya sedikit, anak istri kita senang, dan menjadi kebanggaan tersendiri, kalau makan dari duit atau uang haram anak istri kita bisa kurus.
Tapi jangan mengira jadi orang susah itu bisa susah selamanya, justru karena susah kami pergi kemana-mana hanya berjalan kaki, beda halnya dengan kalian yang memiliki kendaraan pribadi, karena berjalan kaki gw tau ternyata dengan berjalan kaki kita bisa lebih akrab dengan tetangga, dan bisa memotong jalan, agar sampai ketempat tujuan.Biar kata susah, kami tidak pernah bertengkar soal makanan, uang, dan keperluan lainnya, kami lebih senang bercanda, agar bisa melupakan sejenak masalah yang ada.
Dan gw ingin kasih tau aja, jangan sekali-kali loe memarahi orang tua loe, karena keadaan, karena jadi orang tua itu memang susah, contoh pagi-pagi orang tua sudah berangkat kerja untuk mencari uang, untuk anak istrinya, dan yang biasa gw dengar, ada sebagian anak, yang tidak menghargai hasil jerih payah orang tuanya, semoga yang gw dengar itu, hanya omongkosong belaka, gw berharap para anak-anak, hargailah kerjaan orang tua mu, walau kerjaan orang tua mu sebagai tukang beca, tukang, cuci, tukang bangunan, dll dari contoh pekerjaan diatas adalah pekerjaan halal, dan biasanya para anak-anak yang mempunyai orang tuanya sebagai tukang beca, tukang cuci, tukang bangunan, biasanya malu sama teman-temannya, takut diejek-ejek, dan jangan pernah malu dengan pekerjaan orang tua mu. Dan gw ingin memberi tau sekali, jangan pernah malu dengan keadaan orang tua mu sekarang ini, dan jangan pernah malu dengan pekerjaan orang tuamu saat ini.
Inilah cerita dari gw, dan gw ingetin lagi, ini cerita bukanlah karangan belaka saja, dan bukanlah curhat atau apalah sejenisnya, tetapi ini nyata dalam kehidupan sehari-hari gw, selama liburan dirumah saudara gw, hanya kalian bisa menilai tulisan gw ini apakah bagus atau memang jelek, memang gw kaga pandai dalam merangkai kata, jadi jika ada salah-salah kata atau penulisan mohon di maafkan. Dan jika ada salah-salah harga, dan salah-salah penulisan mohon dimaafkan, karena gw kaga tau harga pasarannya. Dan gw cuman berharap kepada Pemerintah atau para pembaca yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dimanapun., tolong bantulah saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan cara membuka lowongan pekerjaan, agar tidak ada lagi pengangguran, yang menyebabkan kemiskinan.